Transparansi Data

Sumber Data

Setiap angka yang kami sajikan dapat ditelusuri. Berikut adalah prinsip yang kami terapkan dalam memilih dan mencantumkan sumber data.

Prinsip Pemilihan Sumber

AngkaNusa memprioritaskan data dari sumber yang memiliki metodologi yang jelas, dapat diaudit, dan diakui secara luas. Dalam urutan preferensi, kami mengutamakan:

  • Lembaga statistik resmi negara — seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan kementerian atau lembaga pemerintah lain yang relevan.
  • Organisasi multilateral dan antarpemerintah — seperti Bank Dunia, IMF, UNDP, WHO, ILO, FAO, dan badan-badan PBB lainnya.
  • Lembaga riset dan akademis kredibel — dengan metodologi yang dipublikasikan, peer-reviewed, atau diakui secara internasional.
  • Organisasi industri dan data sektoral — yang memiliki rekam jejak metodologi yang transparan dan dapat diverifikasi.

Standar Atribusi

Setiap artikel dan visualisasi di AngkaNusa menyertakan atribusi sumber yang mencakup:

  • Nama lembaga atau publikasi sumber
  • Periode atau tahun pengamatan data
  • Tautan langsung ke sumber asli, jika tersedia secara publik
  • Catatan metodologi yang menjelaskan ruang lingkup, satuan, dan batasan data

Pemisahan Fakta dan Interpretasi

AngkaNusa membedakan secara tegas antara tiga lapisan informasi:

  • Data: angka yang bersumber dari publikasi resmi
  • Konteks: penjelasan naratif yang membantu pembaca memahami angka dalam konteks yang relevan
  • Catatan batasan: keterbatasan data, perbedaan metodologi, dan hal-hal yang perlu diperhatikan saat menafsirkan angka

Pemutakhiran Data

Artikel yang menampilkan data terikat pada periode pengamatan yang dicantumkan. Setiap artikel memuat tanggal publikasi secara eksplisit. Jika data yang lebih baru tersedia dan relevan untuk diperbarui, artikel dapat direvisi dengan mencantumkan tanggal pembaruan secara jelas.